Potret Perkembangan Metodologi Kelompok Orientalis dalam Studi Al-Qur’an
Kata Kunci:
Studi al-Qur’an, orientalis, intertekstual, Kritik SejarahAbstrak
Studi Al-Quran di Barat memiliki sejarah panjang. Dimulai dengan kekalahan yang dialami oleh orang-orang Kristen dalam Perang Salib, para sarjana Barat mulai memulai interaksi mereka dengan Al-Qur'an untuk mengetahui lebih lanjut tentang ajaran Islam. Dalam rentang hampir sepuluh abad, kaum Orientalis telah memperkenalkan berbagai model pendekatan, karakteristik pemikiran, hingga berbagai tuduhan kontroversial yang tidak berdasar terkait dengan Alquran. Jika dikaji lebih dalam, akan jelas bahwa di antara para sarjana Barat sendiri juga terjadi dialektika yang tak berkesudahan. Dialektika-dialektika ini, baik dalam bentuk dukungan dan kritik, membuat studi Al-Qur'an di Barat tampak lebih hidup dan dinamis. Dalam makalah ini, mencoba untuk menggambarkan perkembangan studi Al-Qur'an di Barat, terutama yang dilakukan oleh para sarjana Barat non-Muslim. Perkembangan tersebut akan dirumuskan dalam bentuk periodisasi sejarah panjang studi Al-Qur'an di Barat, mulai dari era terjemahan Al-Qur'an pada abad ke-12 hingga era kontemporer Al-Qur'an, metodologis yang digunakan dalam studi al-Qur’an yaitu penekanan dalam sejarah kodifikasi al-Qur’an, sebagai bentuk upaya untuk menunjukkan pengaruh budaya dan kultur dalam ayat al-Qur’an, dan melemahkan keaslian al-Qur’an adalah wahyu yang agung
Referensi
Adams, Charles J., “Islamic Religious Tradition”, dalam The Study of the Middle East: Research and Scholarship in The Humanities and The Social Sciences, ed. Leonard Binder, USA: A Wiley-Interscience Publication, 1976.
Alfatih, Suryadilaga, Muhammad. “Kajian atas Pemikiran John Wansbrough tentang al-Qur’an dan Nabi Muhammad”. Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, Volume 7, Nomor 1, April 2011.
Arif, Syamsuddin, Orientalis & Diabolisme Pemikiran, Jakarta: Gema Insani Press, 2008.
Assamurai, Qasim, Bukti-bukti Kebohongan Orientalis, terj. Syuhudi Ismail, Jakarta: Gema Insani Press, 1996.
Barthes, Rudy, al-Dirâsah al-‘Arabiyyah wa al-Islâmiyyah fi> al-Jâmiʿah al-Almâniyyah, Kairo: Dâr al-Kutub al-‘Arabiy li al-T}ibaʿah wa al-Nas}r, t.th.
Dhahabî (Al), Muh}ammad H}usain>, Al-Tafsîr wa al-Mufassirûn, Kairo: Dâr el-Kutub al-Hadîthah, 1961.
Endress, Gerhard, Islam: An Historical Introduction, terj. Carole Hillenbrand, Edinburgh: Edinburgh University Press, 1994.
Ghafur, Waryono Abdul, “Al-Qur’an dan Tafsirnya dalam Perspektif Arkoun” dalam Abdul Mustaqim dan Sahiron Syamsuddin (ed.), Studi Al-Qur’an Kontemporer: Wacana Baru Berbagai Metode Tafsir, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002.
Goldziher, Ignaz, Mazhab Tafsir: Dari Klasik Hingga Kontemporer, Terj. M. Alika Salamullah, dkk., Yogyakarta: eLSAQ, 2006.
Hamim, Thoha, Islam & NU di Bawah Tekanan Problematika Kontemporer: Dialektika Kehidupan Politik, Agama, Pendidikan dan Sosial Masyarakat Muslim, Surabaya: Diantama, 2004.
Hillenbrand, Carole, Perang Salib: Sudut Pandang Islam, terj. Heryadi, Jakarta: Gema Insani Press, 2007.
Hourani, Albert, A History of the Arab Peoples, Cambridge: The Belknap Press of Harvard University Press, 1991.
Hourani, Albert, Islam dalam Pandangan Eropa, terj. Imam Baidlowi dan Imam Baihaqi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.
Ichwan, Moch. Nur, Meretas Kesarjanaan al-Qur’an: Teori Hermeneutika Nashr Abu Zayd, Jakarta: Teraju, 2003.
Imani, Sayyid Kamal Faghih, Nur al-Qur’an: An Enlightening Commentary Into The Light Of The Holy Qur’an, Iran: Imam Ali Public Library, 1998.
Landau, Rom, The Arabs Heritage of Western Civilization, New York: Arab Information Centre, 1962.
Latief, Hilman, Nasr Hamid Abu Zaid: Kritik Teks Keagamaan, Yogyakarta: eLSAQ Press, 2003.
Maufur, Mustafa, Orientalisme Serbuan Ideologi dan Intelektual, Jakarta: Pustaka Kautsar, 1995.
Mustaqim, Abdul, Madzahibut Tafsir: Peta Metodologi Penafsiran al-Qur’an Priode Klasik Hingga Kontemporer, Yogyakarta: Nun Pustaka Yogyakarta, 2003.
Neuwirth, Nicolai Sinai dan Angelika, “Introduction”, dalam The Qur’ân in Context: Historical and Literary Investigations into the Qur’anic Milieu, ed. Angelika Neuwirth, Nicolai Sinai, dan Michael Marx, Leiden: Brill, 2010.
Rahman, Yusuf, “Pendekatan Tradisionalis dan Revisionis dalam Kajian Sejarah Pembentukan al-Qur’an dan Tafsir pada Masa Islam Awal”, Journal of Qur’an and Hadith Studies, Vol. 4, No. 1 (2015).
Rahman, Yusuf, “Trend Kajian al-Qur’an di Dunia Barat”, Studia Insania, Vol. 1, No. 1, April 2013.
Rahman, Zayad Abd., “Angelika Neuwirth: Kajian Intertekstualitas dalam QS. Al-Rahman dan Mazmur 136”, Empirisma, Vol. 24, No. 1, Januari 2015.
S. Kroop, Manfred (ed.), Results of Contemporary Research on the Qur’an: The Question of a Historico-Critical Text of the Qur’an, Beirut: Orient-Institute Beirut, 2007.
Sabuni (Al), Muh}ammad ‘Ali, Al-Tibyân fî ‘Ulûm al-Qur’ân, Beirut: Dâr al-Kutub, 2003.
Saeed, Abdullah, The Qur’an: An Introduction, London & New York: Routledge, 2008.
Syamsuddin, Sahiron, “Pendekatan Orientalis dalam Studi al-Qur’an”, dalam Islam, Agama-agama, dan Nilai Kemanusiaan: Festschrift untuk M. Amin Abdullah, ed. Moch. Nur Ikhwan dan Ahmad Muttaqin, Yogyakarta: CISForm, 2013.
Wansbrough, John, Qur’anic Studies: Source and Methods of Scriptual Interpretation Oxford: Oxford University Press, 1977.
Watt, W. Montgomery, Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh atas Eropa Abad Pertengahan, terj. Hendro Prasetyo, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1995.
Watt, W. Montgomery, Pengantar Studi al-Qur’an: Penyempurnaan atas Karya Richard Bell, terj. Taufik Adnan Amal, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1991.
Wizan, Adnan M., Akar Gerakan Orientalisme: Dari Perang Fisik Menuju Perang Fikir, terj. A. Rofiq Zainul Mun’im dan Fathur Rohman, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2003.
Unduhan
Telah diserahkan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Ihwan Agustono

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



