Hubungan Sosial Kemasyarakatan antara Ahl Al-Kitâb dan Muslim (Kajian Kitab Tafsîr al-Mannâr karya Muhammad Rasyid Ridha)
Kata Kunci:
Hidangan, Pernikahan, PemimpinAbstrak
Ahl al-kitâb dalam beberapa pendapat ulama adalah sebutan bagi Yahudi dan Nasrani. Karena kingkaran mereka terhadap kerasulan nabi Muhammad saw sehingga mereka juga disebut sebagai golongan yang musyrik bahkan Kafir. Dengan adanya perbedaan pandangan interpretasi mengenai keimanan ahl al-kitâb, tentu akan menimbulkan implikasi hubungan sosial kemasyarakan dengan Muslim, terutama dalam hidangan sesembelihan, Pernikahan dan menjadikan (memilih) menjadi pemimpin. Penelitian ini disusun dengan metode pengumpulan data dokumentasi. Data-data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan ilmu tafsir. Maka dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa bentuk interaksi kehidupan sosial ahl al-kitâb dengan muslim yaitu sesembelihan, pernikahan, dan mejadikan mereka pemimpin. Maka Muhammad Rasyid Ridha dalam Tafsîr al-Manârberpendapat bahwa ahl al-kitâb tidak musyrik, tetapi yang di maksud musyrik adalah musyrik Arab, karena mereka diyakini tidak mempunyai rasul dan kitab suci yang menjadi pedoman, sehingga dalam hal memakan sesembelihan serta menikahi perempuan ahl al-kitâb diperbolehkan, namun, menjadikan mereka pemimpin Rasyid Ridha melarang dan menolaknya.
Referensi
Zuhayli, Wahbah. al-Tafsîr al-Munîr fī Aqîdah wa al-Syaria’ah wa al-Manhaj, vol. 30. Beirut: Dâr al-Fikr, 1441.
Madjid, Nurcholis. Khazanah Intelektual Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1994.
Ridha, Muhammad Rasyid. Tafsîr al-Manār, vol. 2, Beirut: Dâr al-Fikr, 1973.
Alkalili, Asad M. Kamus Indonesia –Arab, Jakarta: Bulan Bintang, 2015.
Aṣfahani (al), al-Raghib. Mu’jam Mufradât Alfāzh al-Qur’ān. Beirut: Dâr al-Fikr, t.th.
Baqi (al), Muhammad Fuad ‘Abd. al-Mu’jam al-Mufahras li Alfazh al-Qur’an al-Karim. Beirut: Dâr al-Fikr, 1987.
Alusi (al), Sayyid Mahmud. Rûh al-Ma’âni fî Tafsîr al-Qur’ân al-‘Azhîm wa al-Sab’ al-Matsâni, vol. VI. Beirut: Dâr al-Turath al-‘Arabī.t.t
Khayyat (al), Abd Aziz. al-Ath’imah wa al-Dhabaih fî al-Islâm. t.p: Matba’ Wizarah al-Auqat wa Shu’un al-Muqaddasah al-Islamiyah, 1402.
Hajaj (al), Muslim Bin Ṣahîh Muslim. t.t: Dār al-Ṭaiyibah, 2006.
Hamka, Tafsir Al-Azhar, Vol. 6. Jakarta: Pustaka Panjimas, t.th.
Naisaburi (al), Al-Wahidi. Asbabun Nuzul, terj. Moh. Syamsi. Surabaya: Amelia, 2014
Tuwayjri (al), Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abd Allah, Mausû’ah al-Fiqh al-Islamî, vol. 4. t.t: t.p, 2009.
‘Ashur, Muhammad Thahir Ibn. Tafsîr al-Tahrîr wa al-Tanwîr, vol. 2. Tunis: Dâr al-Tunis, 1884.
Sabiq, Al-Sayyid. Fiqh al-Sunnah, vol. 2, Cairo: Dâr al-Mishr, t.th.
Thaba’thaba’I (al), Muhammad Hayyan. Al-Mîzân Fî Tafsîr al-Qur’ân, vol. 2, Beirut: Mua’assasah al-A’lam li al-Maṭbu’ah, 1983.
Thanthawi, Muhmmad Sayyid. al-Tafsîr al-Wasîth, vol. 1, Cairo: t.tp, 1987.
Sha’rawi (al), Muhammad Mutawalli. Tafsîr al-Sha’rawi, vol. 2 (t.t: Matabi’ Akhbar al-Yaum,
Shaleh, Dahlan dkk , Asbabun Nuzul, Bandung: Diponegoro, 2009.
Andalusi (al), Abi Hayyan. Tafsir al-Baḥr al-Muḥîth, vol. 3, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1993.
Unduhan
Telah diserahkan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2019 Mahmud Rifaannudin, Syamsul Hadi Untung

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



