Problematika Mental Illness dan Solusinya dalam al-Qur’an Perspektif Hamka

Penulis

  • Ikrimah Retno Handayani STIQ Al-Multazam Kuningan
  • Hafid Nur Muhammad STIQ Al-Multazam Kuningan
  • Nina Nurrohmah STIQ Al-Multazam Kuningan

Kata Kunci:

Hamka, Mental Illness, Al-Qur’ān, Tasawuf

Abstrak

Maraknya kasus bunuh diri di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas beragama muslim tentu menimbulkan sebuah keheranan tersendiri dikalangan umat muslim. Dimana Islam mensyariatkan kepada para pemeluknya untuk tidak menghilangkan nyawa orang lain terlebih diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri lebih dalam tentang mental illness dalam perspektif Hamka dengan menggunakan pendekatan kepustakaan. Pada hakikatnya setiap manusia dapat terjangkit mental illness, hanya yang membedakan adalah tidak semua problematika tersebut berakhir dengan bunuh diri. Dapat disimpulkan bahwa menurut Hamka sentral dari fenomena mental illness ini berpusat pada satu keadaan yakni kedekatan manusia dengan Tuhannya. Manusia yang memiliki gangguan kesehatan mental (mental illness) dianjurkan untuk kembali mengenal Tuhan yang menciptakan, mengikuti semua hal yang diperintahkan dan menjauhi hal-hal yang dilarang dalam Al-Qur’ān

Referensi

Abdul Malik Karim Amrullah. Tasawuf Modern. Vol. Cet. X. Jakarta: Republika Penerbit, 2018.

Adian Husaini, and Bambang Galih Setiawan. Pemikiran Dan Perjuangan M. Natsir Dan Hamka. Depok: Gema Insani, 2020.

Ahmad Najib Burhani. Dari Tasawuf Dekaden Menuju Tasawuf Positif. I. Jakarta: Hikmah dan IIMAN, 2001.

Al-Ghazali. Al-Risalah al-Laduniyyah. Kairo: Maktabat al-Jundi, 1970.

Aryani, Rini. “Kajian Neurosis Tokoh Dalam Novel Koma (Cinta Tanpa Titik) Karya Mercy Sitanggang.” Jurnal Pembahsi (Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia) 9, no. 2 (2019): 148–58.

Ayuningtyas, Dumilah, and Marisa Rayhani. “Analisis Situasi Kesehatan Mental Pada Masyarakat Di Indonesia Dan Strategi Penanggulangannya.” Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat 9, no. 1 (2018): 1–10.

Cholik, Ahmad Arisatul. “Relasi Akal Dan Hati Menurut Al-Ghazali.” Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam 13, no. 2 (2015): 287–310.

Daniel G. Amen. The End of Mental Illness. New York: Tyndale Momentum, the nonfiction imprint of Tyndale House Publishers., 2020.

Hamka. Akhlakul Karimah. Depok: Gema Insani, 2017.

———. Prinsip Dan Kebijakan Dakwah Islam. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984.

———. Renungan Tasawuf. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1985.

———. Tafsir Al-Azhar. Vol. IV. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd, 1989.

Hawari, Dadang. “Al Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa Dan Kesehatan Jiwa,” 1997.

Hidayatullah, Elit Ave. “Pengaruh Masa Dan Tempat Dalam Penyusunan Tafsir Al-Azhar.” Studia Quranika 7, no. 1 (2022): 25–56.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Thibbul Qulub. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar, 2018.

Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah. Zaad Al-Ma’ad Fi Hadyi Khoirul Ibad. 4th ed. Vol. IV. Beirut: Muassasah Risalah, 2000.

IIQ, Humas. “Hasil Riset: Angka Buta Aksara Al-Qur’an Di Indonesia Tinggi, Sebegini.” Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta 16 (2022).

Jalaluddin al-Mahalli, and Jalaluddin As-Suyuthi. Tafsir Jalalain. Edited by Bahrun Abu Bakar. Bandung : Penerbit Sinar Baru Algensindo, 2008.

Kristyaningrum, Nathalia Nindi. “Case Study: Cognitive Behavioural Therapy for the Treatment of Neurastenic Disorders.” Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi 24, no. 1 (2022): 35–50.

Kurniawan, Rizki Rahmadiansyah. “Qalbun Salim Dalam Al-Qur’an Analisis Penafsiran Sayyid Quthb Terhadap QS As-Syu’ara Ayat 89 Dalam Tafsir Fi Zhilal Al-Qu’ran.” ANWARUL 3, no. 6 (2023): 1169–77.

Lajnah Pentashih Al-Qur’an. Al-Qur’an Dan Terjemahnya. Jakarta Pusat: Kementrian Agama Republik Indomesia, 2020.

Maulana, Indra, S Suryani, Aat Sriati, Titin Sutini, Efri Widianti, Imas Rafiah, Nur Oktavia Hidayati, Taty Hernawati, Iyus Yosep, and H Hendrawati. “Penyuluhan Kesehatan Jiwa Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Tentang Masalah Kesehatan Jiwa Di Lingkungan Sekitarnya.” Media Karya Kesehatan 2, no. 2 (2019).

Muhammad Naquib al-Attas. Prolegomena. Kuala Lumpur: ISTAC, 2001.

Muhammad Quraish Shihab. Wawasan Al-Qur’an. II. Bandung : Mizan, 1996.

Musfah, Jejen. “Hati Dalam Tafsir Al-Azhar Hamka.” Disertasi Sarjana. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2006.

Nashruddin Baidan. Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Di Indonesia. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2002.

Rouf, Abdul, Mohd Yakub, and Zulkifli Mohd Yusoff. “Tafsir Al-Azhar Dan Tasawuf Menurut Hamka.” Jurnal Usuluddin 38 (2013): 1–30.

Seligman. Beyond Authentic Happiness. Bandung: Kaifa, 2013.

Tim Asosiasi Psikologi Islam. Psikologi Islam: Kajian Teoritik Dan Penelitian Empirik. 1st ed. Yogyakarta : Asosiasi Psikologi Islam, 2020.

Wandansari Sulistyorini, and Muslim Sabarisman. Depresi Suatu Tinjauan Psikologis. Jakarta: Direktorat Rehabilitasi Sosial, 2017.

Zakiah Daradjat. Islam Dan Kesehatan Mental. Jakarta: Toko Gunung Agung, 1990.

Zulkarnain, Zulkarnain, and Siti Fatimah. “Kesehatan Mental Dan Kebahagiaan: Tinjauan Psikologi Islam.” Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan 10, no. 1 (2019): 18–38.

Telah diserahkan

2026-03-02

Diterbitkan

2024-01-31

Cara Mengutip

Handayani, I. R., Muhammad, H. N., & Nurrohmah, N. (2024). Problematika Mental Illness dan Solusinya dalam al-Qur’an Perspektif Hamka. Studia Quranika, 8(2), 239–276. Diambil dari https://quranika.journal.unida.gontor.ac.id/index.php/quranika/article/view/39

Terbitan

Bagian

Articles